Navigasi Mobile

Sabtu, 26 April 2014

Hikmah Yang Bisa Kita Ambil Dari Kehidupan Gajah-Gajah ini

suzukijakarta1 - 05.31
Kisah ini menceritakan seberapa penting keuletan dan semangat pantang menyerah tidak peduli berapa kali kegagalan yang pernah kita alami
Suatu hari seorang laki laki sedang menjalani liburannya di Afrika,kemudian ia melihat sekelompok gajah berbaris dipimpin oleh pawang gajah.Ia terkejut karena gajah yang begitu besar, ternyata hanya diikat oleh tambang kecil,diikatkan pada kaki depan mereka, jelas mereka dapat dengan mudah kabur, dengan memutuskan tambang kecil tersebut, tetapi anehnya gajah-gajah itu tidak melakukannya.
Kemudian si laki-laki itu bertanya kepada si pawang gajah "Bagaimana bisa, tidak seekor gajahpun mencoba kabur? padahal mereka besar dan kuat".Si pawang menjelaskan "ketika gajah-gajah ini masih kecil, kami gunakan tambang yang ukurannya sama seperti yang digunakan saat ini, tapi saat itu mereka belum cukup kuat untuk memutuskan tambang sebesar ini, kemudian berangsur angsur mereka tumbuh besar dan bertambah kuat dan dapat dengan mudah memutuskan tambang jika mereka mau, tapi walau begitu mereka tidak pernah mencoba untuk memutuskan tambang ini, karena mereka percaya kalau mereka tidak akan pernah bisa melakukannya".
Laki-laki itu terkejut.Hewan-hewan kuat ini bisa kabur kapan saja, tapi mereka tidak pernah melakukannya hanya karena mereka percaya kalau itu tidak mungkin
Terkadang benerapa orang diantara kita sering melakuakan hal seperti yang dilakukan gajah-gajah dicerita diatas, kita menyerah setelah gagal untuk pertama kali.Ingatlah kegagalan adalah bagian dari pembelajaran,jika ingin sukses jangan pernah menyerah coba dan coba lagi.


Jumat, 25 April 2014

Kisah Tentang Kandang Kuda

suzukijakarta1 - 19.45
Ini adalah kisah nyata tentang seseorang anak pelatih kuda
Saat ia masih kecil, ayahnya sebagai pelatih kuda sering berpindah-pindah rumah, untuk melatih kuda dari kandang ke kandang, dari peternakan ke peternakan, .Karena itu, kegiatan sekolahnya sering terganggu. Suatu hari, ketika dia sudah duduk di bangku SMA, guru memintanya untuk menulis tentang apa yang dia inginkan ketika dewasa. Dia tidak ragu dan menulis tujuh halaman kertas tentang cita-citanya untuk menjadi pemilik peternakan kuda, ia menulis dengan sangat rinci mulai dari lokasi bangunan, kandang dan bahkan rumahnya kelak.
Dua hari kemudian gurunya mengembalikan kertas tentang cita-cita yang ia telah ia kumpulkan,dan anak itu mendapatkan nilai F. Setelah pelajaran selesai ia menghampiri gurunya dan bertanya:" Mengapa saya mendaptkan nilai F?". Guru menjawab:" Cita-cita kamu sangat tidak realistis untuk anak laki- laki seperti Kamu, yang tidak memiliki uang, tidak memiliki sumber daya dan berasal dari keliling keluarga tidak mampu. Tidak ada kemungkinan bahwa Kamu akan mencapai tujuan besar suatu hari, cobalah cita cita yang lebih realistis yang bisa kamu gapai." Kemudian gurunya menawarkan untuk menulis ulang kertas dengan lebih cita-cita yang lebih realistis, untuk memperbaiki nilai
Anak itu pulang dan bertanya kepada ayahnya, tentang bagaimana ia harus bertindak. Sang ayah menjawab:" Keputusan ini sangat penting untukmu. jadi kamu yang harus memutuskan sendiri".
Setelah beberapa hari anak itu membawa kertas yang sama untuk gurunya. Tidak ada perubahan dibuat. Dia mengatakan:" Nilaiku tetap F dan aku akan tetap menjaga  impianku"
Anak itu bernama Monty Roberts sekarang memiliki rumah seluas 1200 meter persegi di tengah 200 hektar peternakan kuda dan ia masih menyimpan kertas sekolah yang mendapatkan nilai F tersebut, dan sekarang dipasang bingkai dan digantung diatas perapian.
Ingatlah,untuk selalu mejaga mimpi kita, jangan biarkan seorangpun merampasnya dari kita

Cara Mencegah Susu Murni Basi Tanpa Kulkas

suzukijakarta1 - 05.26

Selama berabad-abad, sebelum alat pendingin ada, orang orang Rusia memasukan kodok ke dalam ember susu, agar susu tidak menggumpal. Di zaman modern, banyak yang percaya bahwa ini adalah tidak lebih dari mitos belaka. Namun para peneliti di Moscow State University, yang dipimpin oleh ahli kimia organik Dr Albert Lebedev, telah menunjukkan bahwa mungkin ada beberapa keuntungan untuk melakukan hal ini, meskipun tentu saja pada akhirnya Anda akan minum susu yang didalamnya terdapat kodok yang sedang berenang .baca juga bahaya bertato



Kotak es pertama ada pada awal hingga pertengahan abad ke-19 dan, dengan itu, perdagangan es menjadi bisnis besar. New England dan Norwegia menjadi pemasok utama es, di daerah bersuhu rendah, es menjadi ekspor utama.Kotak Es biasanya terbuat dari kayu dengan timah atau seng pada dindingnya dan bahan isolasi seperti serbuk gergaji, gabus, atau jerami, kotak es yang populer sampai muncul kulkas listrik dimulai sekitar tahun 1930-an

Lemari es Versi awal dibuat oleh Jacob Perkins pada tahun 1834 ketika itu ditemukan bahwa senyawa amonia yang berbahaya ternyata ketika cair, memiliki efek pendinginan. Tapi itu tidak sampai akhir 1920-an ketika Freon dikembangkan oleh General Motors dan DuPont sebagai pendinginan "aman" dan mengganti amonia.

Meskipun begitu di daerah pedesaan terpencil di Rusia masih banyak yang tidak mampu membeli kotak es, sehingga mereka harus menemukan cara untuk menjaga makanan tetap dingin dan awet. Sebuah praktik yang dikembangkan, yang berlanjut hingga abad ke-20, seperti yang dijelaskan oleh Dr Lebedev mengingat kenangan dari masa kecilnya,

"(Untuk) porsi kecil susu , mereka memasukan (seekor) katak kedalamnya ... Seekor katak kecil bisa mencegah susu agar tidak basi." Kenang Dr Lebedev
Praktek yang agak aneh ini merupakan inspirasi untuk penelitian dan, penemuan sumber antibiotik baru. Pada tahun 2010, para ilmuwan dari Universitas Uni Emirat Arab membuat pengumuman bahwa sekresi dari kulit katak tertentu memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Menggunakan spesies asli ke negara-negara Afrika, mereka mempelajari senyawa yang berasal dari katak, yang dikenal sebagai peptida antimikroba dan merupakan serangkaian asam amino.

sumber

Kamis, 24 April 2014

Bukan Nikmat Allah yang Kecil, tapi Hati Kita yang terlalu Kecil untuk mensyukuri nikmat-Nya

suzukijakarta1 - 21.58
Pernahkah anda merasakan hidup anda seperti serba kekurangan ?, tidak mendapatkan apa yang anda inginkan ?  mari kita renungkan hal ini bersama-sama.Besar-kecil, panjang-pendek, mahal-murah, kaya-miskin adalah ukuran yang relatif, anda tidak bisa mengatakan sebuah benda besar atau kecil, jika tidak ada pembandingnya, sebuah bola relatif lebih besar dari butiran pasir, dan jika dibandingkan dengan planet bumi, bola relatif lebih kecil.Sekarang berapa nilai uang 5rb bagi anda, mungkin bagi sebagian orang 5rb adalah uang kecil, tapi bagi sebagian lainnya 5rb adalah uang yang sangat berharga, mari kita perhatikan sekeliling kita, ketika anda anda memilih-milih makanan, masih ada orang diluar sana yang masih memikirkan apakah besok dia bisa makan, ketika anda mengeluh tentang pekerjaan anda, masih banyak orang diluar sana yang bahkan tidak memiliki pekerjaan, ketika anda merasa tidak nyaman dengan kamar anda, masih banyak orang diluar sana yang bahkan tidak memiliki rumah, tidak peduli siapa anda, apa pekerjaan anda, berapa harta yang anda miliki, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur.

Senin, 21 April 2014

Ingin Pulang

suzukijakarta1 - 07.25
Kisah seorang orang tua  yang ingin pulang ke Malang dari Jakarta, dia hanya seorang kuli, sudah sekitar 30 th dia belum pernah menginjakan kaki di kampung halamannya, mungkin bagi kita yang hal seperti itu cukup mudah tapi bagi dia, untuk sekedar makanpun sulit harus memilah dan memeilih .Dia ingat ketika dulu keluarganya menyuruhnya untuk sekolah dia tidak mau dan malah lebih memilih bekerja yang sudah pasti menghasilakan uang daripada mengelurkan uang, mungkin pemikiran dia saat itu seperti itu pemikiran sederhana dan menganggap pekerjan di Jakarta banyak dan mudah dikerjakan.Dia pergi ke Jakarta dengan optimis, tapi semua itu telah hilang sekitar 30 tahun lalu, pudar dimakan waktu dia menyesal seumur hidupnya, dengan modal sepedah tua dia bertekad untuk pulang ke Malang dengan bekal seadanya.Dia mulai menyiapkan segalanya mungkin ini cukup nekad tapi apa daya dia ingin sekali pulang melihat kampungnya .dia memulai perjalan pulang dengan berbekal sepedah tuanya ke Malang dengan penuh rasa waswasan  dalam hatinya dalam perjalan pulang dia terus mengayuh sepedahnya dan kadang kadang dia berhenti dan duduk beristirahat d pinggir jalan dia merenung memikirkan keegoisan nya dulu sewaktu ia di suruh sekolah mukin hidupnya tidak seperti sekarang ini, dia memulai lagi bersepedah mengayuh dan terus mengayuh menyusuri jalanan berdebu .Dikala hari mulai gelap dia berjalan terus menembus kegelapan malam dan akhiranya dia kelelahan dan berhenti di sebuah gubug pinggir jalan beristirahat, kemudian dia lihat ban sepedahnya pecah dia dorong cari tambalan setelah menemukan tambal ban .di tambalan tersebut ternyata tukang tambal tidak ada, hanya ada istri si tukang tambal saja lalau dia bertanya "Mba tambalan masih buka ? " dan si Mba menjawab "masih pak tapi suami saya lagi keluar, gimana gak ada yang nambal." lalau dia hanya mengusap dada dan merenung anadai saya punya kemempuan dan bisa menambal mukin saya akan tambal sendiri, dia semakaian kecewa pada dirinya sendiri yang tidak punya keahlian, dia bertanya pada dirinya sendiri kemana saja saya selama ini setua ini hal yang sederhana pun ta bisa saya lakaukan ... dia sadar begitu berharganya ilmu ,keahlian itu .

Minggu, 20 April 2014

Cobalah Lakukan Kegiatan Kreatif Ketika Anda Sedang Bad Mood

suzukijakarta1 - 23.37

 Ketika Anda pusing atau marah, mungkin bukan saatnya untuk mengatasi masalah atau melakukan sesuatu yang kreatif. Sebuah studi oleh British Psychological Society justru menunjukan hal yang berbeda.

Para peneliti menemukan, ketika memeriksa 100 profesional kreatif, mereka yang berada di suasana hati yang buruk pada awal hari, ternyata lebih gigih dalam berusaha mencari solusi suatu masalah. Bad Mood mungkin awalnya terasa menjengkelkan, tetapi sekali Anda sudah mulai, energi dan momentum dapat membuat Anda terus bergerak mengerjakan kegiatan kreatif atau menyelesaikan masalah
Pikiran yang terarah, dan fokus berguna untuk menyelesaikan permalahan-permasalahan yang membutuhkan solusi dan tindakan yang membutuhkan motivasi untuk tetap dilakukan; penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa emosi negatif dapat meningkatkan ketekunan dalam memecahakan masalah. Setelah anda menjadi fokus dan tekun biarkan emosi negatif perlahan pergi dan emosi positif memenuhi benak anda,cara ini kemungkinan adalah resep yang baik untuk mendapatkan solusi yang inovatif.
Tentu saja, melakukan hal-hal untuk membuat anda marah sendiri tanpa alasan lain selain untuk berada dalam suasana hati yang buruk tidak akan membantu, tapi ketika Anda sedang frustrasi atau marah, temukan cara untuk menyalurkan energi itu menjadi sesuatu yang produktif atau kreatif
 

Jumat, 18 April 2014

Liz Murray Anak Jalanan Yang Kuliah di Hardvard

suzukijakarta1 - 21.01
Elizabeth 'Liz' Murray, lahir di Bronx,orang tuanya adalah pecandu berat obat obatan terlarang,sejak kecil Liz hidup dalam kemiskinan dan tinggal di perumahan kumuh, mainan yang ia miliki adalah mainan bekas dari tempat sampah didepan rumahnya, setiap hari Liz kecil dan ayahnya mencari barang-barang yang masih berguna dari tempat sampah,sisir,cermin,boneka,panci dan hampir semua barang dirumahnya berasal dari tempat sampah,saat kecil Liz dan kakanya sering menahan lapar dengan cara makan es batu (karena menurut Liz rasanya seperti makan) atau bahkan makan pasta gigi untuk menahan rasa lapar,saat ayahnya sudah tidak mampu lagi untuk membayar sewa flat temapt tinggal mereka Liz menjadi anak jalan,Liz menjadi tidak memiliki tujuan hidup mencari makanan dengan mencuri dari supermarket seperti anak anak jalanan lainnya, setiap hari Liz harus memikirkan damana ia harus tidur, terkadang Liz tidur di toliet rumah temannya dan pergi sebelum matahari terbit agar tidak ketahuan,pada awalnya Liz menganggap dirinya sebagai 'korban' akibat orangtuanya yang kecanduan obat obatan terlarang,tetapi setelah kematian ibunya,yang meninggal karena penyakit HIV,pandangan hidup Liz berubah ia bertekad untuk mengubah hidupnya,dan di saat usinya 17 tahun ia bertekad untuk masuk sekolah lagi dia berjanji terhadap dirinya sendiri ia akan mendapatkan nilai 'A' untuk semua mata pelajaran,Liz yang saat itu tinggal digerbong kereta bawah tanah,harus selalu membawa barangnya kemanapun ia pergi,pakaian dan buku yang sangat berat, ditambah lagi ia harus bekerja sebagai tikang cuci piring disebuah restoran untuk menyambung hidupnya,walaupun hidup Liz sangat berat, tapi semangatnya tidak pernah pudar,akhirnya janjinya terpenuhi ia mendapatkan nilai 'A' untuk semua pelajaran dan mendapatkan beasiswa ke Hardvard.Sekarang bukunya yang brrjudul Breaking Night: A Memoir of Forgiveness, Survival, and My Journey from Homeless to Harvard, telah tembus dalam daftar Newyork times best seller

Next Previous
Editor's Choice